Berbelanja dengan Gembira

Anda bisa mendapatkan rekomendasi buku dari Bung Pocer setiap hari, agar anda dapat berbelanja dengan gembira. Selamat berbelanja.

  • Proses Penulisan Seribu Kunang-Kunang di Manhattan

    Proses Penulisan Seribu Kunang-Kunang di Manhattan

    Dalam tulisan Sunoto Surodibroto yang termuat pada Berita Buana 9 Juni 1985, tentang “Proses Penulisan Umar Kayam”, ia bercerita tentang pengalamannya, yang berbunyi demikian:”Pada liburan musim panas tahun 1961 saya mulai menulis cerita-cerita saya tentang orang-orang kota New York. Cerita saya yang pertama adalah suatu cerpen (short story) yang diilhami oleh suatu perampasan tas seorang …

    Selengkapnya  →
  • Idiosinkrasi dan Citra Puitik dalam Sebiji Sawi

    Catatan Pengantar Suminto A. Sayuti-   Sebiji sawi terlepas dari tangkainya mengais diri di ruas matahari Walau sembunyi dalam batu hitam dan sembunyi di dasar lautan   Tak ada benda, patung dan dewa-dewa Yang dapat dijadikan sekutu Kecuali sirik dan kufur Menyatu dalam kalbu (RSS, Hlm. 55-56)   Yang segera menarik perhatian tatkala kita membaca …

    Selengkapnya  →
  • Teman Ngobrol

    Teman Ngobrol : Catatan Eka Kurniawan

    Teman Ngobrol, Sebuah Catatan atas Cerpen-cerpen Umar Kayam Eka Kurniawan   Apa yang ditawarkan oleh sebuah cerita, selain kabar dari tempat-tempat yang berbeda dan waktu-waktu yang berlainan? Bagi saya sudah sangat pasti: sebuah percakapan. Cerita dalam bentuk cerita pendek maupun novel, bahkan dalam bentuk laporan jurnalistik, surat, catatan perjalanan, senantiasa membawa kabar dari ruang yang …

    Selengkapnya  →
  • Peta Kesedihan Timor Timur

    Memoar Naldo : Peta Kesedihan Timor Timur

    Oleh: Isma Swastiningrum   “Kamu harus belajar membaca orang, tidak dari kata-katanya, melainkan dari perilaku dan sikapnya.” – Naldo Rei Pilu membaca buku ini. Buku berjudul Timor Timur Sebuah Memoar karya Naldo Rei dibuat dengan garansi nyawa dan derita nyata. Nyaris tak ada satupun tawa di kisah ini. Murung dan murung. Namun murung yang hidup. Murung …

    Selengkapnya  →
  • ‘Aku’ dan Perihal Perempuan

    Aku dan Perihal Perempuan

    Oleh: Arci Arfrian “Lalu, kenapa kalau perempuan?” –dalam “Bunga dari Ibu” (hlm.30).   Perempuan adalah cerminan kemanusiaan. Menghormati kemanusiaan, berarti juga menghormati perempuan. Yang tidak menghormati perempuan, dia hanya layak menjadi batu. Barangkali itu yang ingin disampaikan Puthut EA dalam kumpulan cerpen Kupu-Kupu Bersayap Gelap. Buku ini bukanlah sekedar kumcer yangbertema realis, bernuansa muramdansentimentil, bertaburan …

    Selengkapnya  →
  • Novel Pasar

    Novel Pasar : Priyayi Dan Tatapan Paijo

    Oleh: Arci Arfrian   “’Mencari air, Pak. Untuk minum burung ini.” Laki-laki tua itu melotot. “Bukan makan minum, tapi kasih obat.”…”tolol, otak apa ini. Tentu saja, kalau mau makan ya burung sehat namanya .“” (hlm.21)   Bukan Pak Mantri Pasar dan Kasan Ngali yang paling menarik perhatian dalam novel Pasar, melainkan seorang tukang karcis dan …

    Selengkapnya  →
  • Enigma itu Bernama Bartleby

    Oleh: Arci Arfrian   “Aku bisa mengisahkan hidup para juru tulis lain secara lengkap, tapi tak seorang pun bisa menceritakan secuil saja kisah hidup Bartleby.” (hlm.2)   Musim panas 1850-an, suasana di Wall Street semakin ramai. Muda-mudi terlihat lalu-lalang mengejar wawancara kerja atau sekedar menaruh lamaran kerja. Mereka mendapat kabar itu dari surat kabar setempatyangpenuh …

    Selengkapnya  →
  • Victoria: Bukan Kisah Cinta Melulu

    Victoria: Bukan Kisah Cinta Melulu

    Oleh: Arci Arfrian   “Cinta adalah kata pertama Tuhan, pikiran pertama yang berlayar melintasi-Nya. Tuhan berfirman, jadilah cahaya, lalu menjelmalah cinta. Dan segala hal yang telah Ia ciptakan menjadi sangat baik, sehingga karenanya Ia tak berharap menciptakan hal-hal lain lagi. Dan cinta menjadi sumber penciptaan, penentu penciptaan; namun seluruh jalan cinta bertabur rekahan mawar, darah, …

    Selengkapnya  →
  • Cara Puthut EA Menertawakan Diri Sendiri

    Cara Puthut EA Menertawakan Diri Sendiri

    Oleh: Arci Arfrian Siapa yang tak menyukai cerita bertema persahabatan, apalagi cerita itu konyol, lebih tepatnya tolol? Kalau kita cermati, buku-buku yang bertema demikian seringkali diadaptasi menjadi film. Biasanya─sepengetahuan saya─film-film seperti itu laku di pasaran. Seperti, misalnya, Laskar Pelangi, 5 cm, dan You’re The Apple of My Eyes. Puthut EA telah mengisi ceruk tema tersebut …

    Selengkapnya  →
  • Jalan Lain Nuran Wibisono

    Jalan Lain Nuran Wibisono Mengabadikan Musik

    Oleh: Margareth Ratih   Rasanya terlalu rendah hati jika Nuran Wibisono menyebut obsesinya menulis musik sebagai sesuatu yang ‘busuk.’ Setidaknya lewat pengakuan di buku ini─Nice Boys Don’t Write Rock N Roll─menulis adalah satu-satunya hal yang bisa Nuran lakukan sebagai apresiasi terhadap musik, bidang yang amat ia cintai. Sempat terlintas di benaknya untuk jadi anak band. [...] Selengkapnya  →
  • Rumah Tusuk Sate di Amsterdam Selatan

    Rumah Tusuk Sate di Amsterdam Selatan, Sebuah Latar Sejarah

    Rumah Tusuk Sate di Amsterdam Selatan, Sebuah Latar Sejarah | Oleh: Dodit Sulaksono Membaca sejarah perlawanan pemuda Indonesia melawan teror fasisme di Belanda. “Itu berarti kita harus menghentikan dahulu perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kelak pasti akan tiba saatnya kita kembali berjuang lagi. Saya harap kita bisa bersepakat soal ini, demi keselamatan kita bersama”. Saya jarang tertarik [...] Selengkapnya  →
  • Bola di Balik Bulan

    Bola di Balik Bulan: Sepak bola dengan segala aspeknya

    Kumpulan Kisah Sepak Bola Sindhunata ini semula terbit sebagai tulisan pada Harian Kompas. Hampir semua tulisan itu selalu hadir di halaman pertama harian tersebut. Banyak pembaca Harian Kompas menginginkan, agar kumpulan kisah sepak bola tersebut diterbitkan sebagai buku. Pada awal tahun 2002, akhirnya untuk pertama kali Kumpulan Kisah Sepak Bola Sindhunata berhasil dibukukan (Penerbit Kompas) [...] Selengkapnya  →
Memperbarui…
  • Tidak ada produk dalam keranjang.