Film, Ideologi, dan Militer : Hegemoni Militer dalam Sinema Indonesia

Rp 65.000 Rp 60.000

Buku ini berisi kajian semiotik atas tiga “film sejarah”, yakni Enam Djam di Jogja, Janur Kuning, dan Serangan Fajar. Akan terlihat betapa media film sangat efektif untuk membangun citra bagi kekuasaan.

Film, Ideologi, dan Militer : Hegemoni Militer dalam Sinema Indonesia adalah sebuah buku yang menjelaskan peran sinema dan media film digunakan untuk kepentingan politik orde baru. Melalui sinema yang diklaim sebagai “film sejarah” rezim Orde Baru mengkonstruksi format relasi sipil-militer, memberi legitimasi historis yang mungkin artifisial terhadap dwifungsi ABRI serta memperkuat cengkeraman kekuasaan Soeharto dengan penonjolan-penonjolan perannya semas revolusi fisik 1945-1949

Buku ini berisi kajian semiotik atas tiga “film sejarah”, yakni Enam Djam di Jogja, Janur Kuning, dan Serangan Fajar. Akan terlihat betapa media film sangat efektif untuk membangun citra bagi kekuasaan. Peran militer dilukiskan begitu ideal dalam menjalin hubungan dengan masyarakat sipil, justru ketika secara mencolok terjadi marjinalisasi peran kaum sipil (baik rakyat jelata maupun diplomat yang berjuang di meja perundingan) dalam proses mempertahankan kemerdekaan.

Suatu “hiperbolisasi sejarah” bisa dilakukan melalui media film. Namun sebuah teks sejarah akan diuji oleh sejarah itu sendiri. Sejarah yang hiperbolis tidak lebih dari sebaris teks advertensi kekuasaan yang kosong tanpa isi.

Desain Sampul

Jenis Sampul

Jumlah Halaman

xxxiii + 266

Penerbit

Tahun Terbit

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama mengulas “Film, Ideologi, dan Militer : Hegemoni Militer dalam Sinema Indonesia”

Memperbarui…
  • Tidak ada produk dalam keranjang.