Berbelanja dengan Gembira

Gerakan Sabuk Hijau : Pengalaman Dari Kenya

Oleh: ,

Rp 40.000 Rp 36.000

“Gerakan Sabuk Hijau adalah kesaksian mengenai kekuatan pengorganisasian akar rumput, bukti bahwa ide sederhana satu orang saja –bahwa suatu komunitas perlu bahu-membahu menanam pohon—bisa membuat sebuah perbedaan.”
— Presiden AS, Barack Obama

“Perempuan dengan hati penuh gairah: Wangari Maathai, peraih Hadiah Nobel dari Kenya telah menanam 30 juta batang pohon. Dan dengan itu, ia telah mengubah kondisi tanah dan cuaca di beberapa tempat di Afrika, dan tentunya kondisi perekonomian di banyak desa.”  — Isabel Allende

Gerakan Sabuk Hijau / Wangari Maathai

 

Berangkat dari pengamatan sederhana bahwa penggundulan hutan Kenya telah membuat warga desanya harus berjalan lebih jauh untuk mencari kayu bakar, Wangari Maathai, seorang perempuan suku Kikuyu, akhirnya mencermati adanya kaitan gamblang antara kediktatoran, kerusakan lingkungan, kemiskinan, subordinasi perempuan, dan perdamaian. 

Rezim yang tidak demokratis cenderung menguras sumber daya alam demi keuntungan bisnis. Kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya akan menyulut pertikaian antar kelompok masyarakat demi memperebutkan sumber daya yang kian langka. Ujungnya adalah kemiskinan, yang dampaknya paling dirasakan oleh kaum perempuan.

Pada 1977 Maathai merintis Gerakan Sabuk Hijau untuk mendorong kaum perempuan menanam pohon. Penindasan dan pemenjaraan tidak menyurutkan aksi mereka untuk terus melawan rezim pembangunan yang tidak memihak rakyat.

Aktivisme di bidang ekologi Wangari Maathai telah menginspirasi PBB menggerakkan penanaman lebih dari 11 miliar pohon sejak 2006. Buku ini adalah refleksi pengalaman organisasional Gerakan Sabuk Hijau.

Berat0.3 kg
Dimensi14 x 20 cm
ISBN

978-979-1260-17-6

Jumlah Halaman

xvi+136

Penerbit

Penerjemah

Jenis Sampul

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama mengulas “Gerakan Sabuk Hijau : Pengalaman Dari Kenya”

Memperbarui…
  • Tidak ada produk dalam keranjang.