Berbelanja dengan Gembira

Guru Mencubit Berdiri: 41 Esai Puthut EA

Oleh: ,

Rp 88.000 Rp 79.200

41 esai yang ada dalam buku ini adalah salah satu selebrasi 41 tahun Puthut EA lahir ke dunia. Hidup selama empat dekade lebih, sudah tentu banyak hal yang ia renungkan dan kemudian ditulis, dibaca banyak orang. Esai-esai di buku ini berangkat dari hal-hal kecil yang sesungguhnya mengandung poin-poin besar yang patut didiskusikan lebih jauh.

Stok 5

Guru Mencubit Berdiri: 41 Esai Puthut EA. 41 esai yang ada dalam buku ini adalah salah satu selebrasi 41 tahun Puthut EA lahir ke dunia. Hidup selama empat dekade lebih, sudah tentu banyak hal yang ia renungkan dan kemudian ditulis, dibaca banyak orang. Esai-esai di buku ini berangkat dari hal-hal kecil yang sesungguhnya mengandung poin-poin besar yang patut didiskusikan lebih jauh.

“Idealnya juga, orang yang berangkat belajar ke sekolah adalah anak-anak yang ‘tuntas’ dididik dengan baik oleh keluarganya dalam hal adab. Bukan anak-anak yang kecewa dan marah kepada orang tua mereka. Bukan anak-anak yang menyimpan dendam kepada anggota keluarga mereka. Bukan anak-anak yang kecewa sehingga sekolah jadi wahana ekspresi melampiaskan emosi karena di sana bisa berkumpul dengan anak-anak sebaya mereka.

Idealnya, guru berangkat dengan wajah segar. Kesejahteraan yang baik. Tidak ada ancaman dipindah gara-gara Pilkada. Apresiasi kepada pendidik dari warga harusnya juga tinggi. Karena mereka, para guru, ikut membentuk karakter anak-anak mereka. Idealnya kan begitu.

Tapi hidup ini nggak ideal, apalagi negara ini.

Jadi, jika dalam kondisi seperti itu, ada guru yang ‘sesekali’ menjewer atau mencubit anak satu semester sekali, ya nggak usah berlebihan dalam bersikap. Karena tidak ada yang menjamin anak-anak kita berangkat ke sekolah dengan jiwa yang sehat dari sebuah keluarga yang juga sehat.

Makin ke sini, makin ada kecenderungan orang tua yang aneh. Takut anaknya kena narkoba, dimasukkan ke pondok pesantren. Dari niatnya saja sudah keliru. Kalau anaknya bandel, sekolah diminta bisa ‘memperbaiki’. Lha itu sekolah atau bengkel mental…

Ya memang, sekolah termasuk pesantren, bisa punya kontribusi membangun mental anak didik. Tapi orang tua tidak bisa pasrah bongkokan begitu saja. Terima beres.

Lha ndasmu. Situ yang kenthu, sini yang ngelu

Lagi pula, jumlah guru itu lebih dari 1,7 juta orang. Pasti tidak ada yang sempurna sebagai pendidik. Kalau ada guru yang tiap hari hobinya mukulin muridnya, itu sih wajib menggelandang oknum itu ke meja hijau. Namun, rasanya juga tak perlu berlebihan bilang, “Gurunya aja gemar nyubitin anak, sistem pendidikan bobrok, hasilnya banyak koruptor.”

Berat0.4 kg
Desain Sampul

ISBN

978-602-50222-6-5

Jumlah Halaman

248++

Penerbit

Tahun Terbit

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama mengulas “Guru Mencubit Berdiri: 41 Esai Puthut EA”

Kategori: , Oleh: ,
Memperbarui…
  • Tidak ada produk dalam keranjang.