Berbelanja dengan Gembira

Kura-Kura Berjanggut : Petualangan Dunia Niskala

Oleh: , , ,

Rp 230.000 Rp 207.000

KURA-KURA BERJANGGUT menyerap kita ke dalam petualangan-petualangan menakjubkan yang melibatkan pertempuran di laut, muslihat di antara para pengkhianat, adu gajah sampai mati, nahkoda Zeeland gila, ulat merica, agama yang memuja Kerang yang lebih tua ketimbang alam semesta, wangsa Pemburu Tuhan, penyelewengan perasaan penderita kusta, para pembunuh yang menumpang hidup di negatif foto, pertarungan burung tiung pencicip makanan raja melawan koki asal Lombardia, dan sufi Hamzah Fansuri yang diperebutkan Tarekat Burung Pingai dan Pertapa 33 Tasbih sekaligus ditakuti Anak Haram Lamuri.

Stok 3

Dua budak perempuan Abesy turun di Bandar Lamuri pada paruh kedua abad keenam belas. Bintang-bintang di langit pun mulai bergerak menandai awal mula perubahan besar di negeri-negeri Selat Malaka. Anak lelaki salah seorang budak itu kemudian tampil merebut kekuasaan melalui Pembasmian Merica. Dinasti lama tersingkir, demikian pula penguasa sesungguhnya kawasan Selat: kongsi dagang Ikan Pari Hitam.

Si Ujud sedang belajar di Sekolah Perkapalan dan Lautan Istamboel saat mengetahui kedua orang tuanya menjadi korban pembantaian. Demi membalaskan dendam, ia rela menempuh jalan berputar: merompak bersama Tata Sirf melawan Liga Suci, memimpin eskader Bambu Hitam di perairan Sulu, dan bahkan menjadi mata-mata Anak Haram Lamuri. Namun, tak hanya Si Ujud yang bergerak. Persaudaraan rahasia Kura-kura Berjanggut berkali-kali mengirimkan pembunuh bayaran demi mendapatkan kepala Sultan Lamuri.

Lamuri tak bebas dari banjir darah tiga abad kemudian ketika sekian ekspedisi dikerahkan pemerintah kolonial Hindia Timur. Setelah perlawanan rakyat Aceh diredam, muncul para pembunuh yang hanya mengincar orang kulit putih — suatu hal yang bahkan tak bisa diperkirakan oleh Snouch Hurgronje.

KURA-KURA BERJANGGUT menyerap kita ke dalam petualangan-petualangan menakjubkan yang melibatkan pertempuran di laut, muslihat di antara para pengkhianat, adu gajah sampai mati, nahkoda Zeeland gila, ulat merica, agama yang memuja Kerang yang lebih tua ketimbang alam semesta, wangsa Pemburu Tuhan, penyelewengan perasaan penderita kusta, para pembunuh yang menumpang hidup di negatif foto, pertarungan burung tiung pencicip makanan raja melawan koki asal Lombardia, dan sufi Hamzah Fansuri yang diperebutkan Tarekat Burung Pingai dan Pertapa 33 Tasbih sekaligus ditakuti Anak Haram Lamuri.

Azhari Aiyub dilahirkan di pinggir Banda Aceh, 5 Oktober 1981. Pernah kuliah di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Tahun 1999, ia meraih penghargaan cerpenis terbaik se-Aceh pada 1999, versi Taman Budaya Aceh. Kemudian pada 2003, ia mendapat penghargaan sebagai cerpenis terbaik se-Indonesia, versi Departeman Pendidikan Nasional, lewat puisinya ‘Dibalut Lumut’. Saat ini, menghabiskan sebagian besar waktunya untuk Komunitas Tikar Pandan, sebuah lembaga yang fokus pada gerakan kebudayaan untuk Aceh.

Berat0.8 kg
Jenis Sampul

Penerbit

Jumlah Halaman

960

Tahun Terbit

Desain Sampul

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama mengulas “Kura-Kura Berjanggut : Petualangan Dunia Niskala”

Anda mungkin juga suka…

Memperbarui…
  • Tidak ada produk dalam keranjang.