Berbelanja dengan Gembira

Petani, Priyayi, dan Mitos Politik Kuntowijoyo

Oleh: , ,

Rp 85.000 Rp 76.000

Dengan memahami sejarah, kita menjadi memiliki alternatif untuk memahami gejala aktual, sekakigus alternatif untuk menentukan pilihan atau jawaban atas tantangan yang muncul secara aktual .

Apa yang ditukis Dr. Kuntowijoyo dalam buku ini -mengenai radikalisasi petani di tahun 1960-an, dunia priyayi di awal abad kedua puluh, dan mistisisme serta mitos-mitos politik di tahun 1700-an di daerah pantai utara Jawa, dan lainnya.- mengandung kekuatan seperti itu.

Petani, Priyayi, dan Mitos Politik Kuntowijoyo

Dengan memahami sejarah, kita menjadi memiliki alternatif untuk memahami gejala aktual, sekaligus alternatif untuk menentukan pilihan atau jawaban atas tantangan yang muncul secara aktual.

Sejarah sering menyadarkan kita, perubahan dahsyat dalam masyarakat yang membingungkan atau membuat kita kehilangan arah ternyata memiliki akar kontiniunitas jauh di masa lampau. Dalam buku ini Kuntowijoyo menganalisa perjalanan para pelaku sejarah disekeliling kita. Mulai dari petani, para priyayi, politisi, ulama dan rakyat kecil, yang semua berjuang mempertahankan martabat atau berjuang untuk memaknakan kehadirannya

Petani, Priyayi, dan Mitos Politik¬†¬†Kuntowijoyo dalam buku ini membahas mengenai radikalisasi petani di tahun 1960-an, dunia priyayi di awal abad kedua puluh, dan mistisme serta mitos-mitos politik di tahun 1700-an di daerah pantai utara Jawa dll.–mengandung kekuatan seperti itu.

Kuntowijoyo juga mencoba mengajak mita memahami tentang kedudukan petani dan priyayi dalam segi budaya-politik. Pada masa kolonial, terdapat interaksi dari tiga ‘kelompok’ berdasarkan kedudukan, yakni kaum priyayi (mencakup keluarga kerajaan dan segenap abdi dalem), kaum petani selaku rakyat milik kerajaan dan kaum penjajah. Dalam menguasai negara indonesia terutama fokusnya di Jawa, tentu para penjajah tak bisa mengacuhkan adanya kedudukan-berdasar-budaya ini. Adanya suatu sistem hierarki dalam susunan masyarakat mengaharuskan kaum kolonial untuk mematuhinya jika ingin menundukkan rakyat indonesia.

Di buku ini juga dibahas tentang kaum Ulama yang masih menjadi poros daya pikat rakyat awam. Kaum awam yang juga masih kental anemismenya juga dipengaruhi oleh kekuasaan kerajaan yang mendominasi secara alam bawah sadar mereka.

Berat0.3 kg
Dimensi14 x 20.5 cm
Desain Sampul

ISBN

978-979-9471-25-3

Jenis Sampul

Jumlah Halaman

ix+262

Penerbit

Tahun Terbit

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama mengulas “Petani, Priyayi, dan Mitos Politik Kuntowijoyo”

Memperbarui…
  • Tidak ada produk dalam keranjang.