Berbelanja dengan Gembira

Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi

Oleh: , ,

Rp 88.000 Rp 79.200

Meminjam berbagai khazanah cerita dari masa-masa berlainan, Yusi Avianto Pareanom menyuguhkan dongeng kontemporer yang memantik tawa, tangis, dan makian-makian Anda dalam waktu berdekatan–mungkin bersamaan. Sebuah cerita epik yang penuh petualangan, drama, sekaligus gambaran ulang menakjubkan dari kisah-kisah masa lalu.

Stok 5

Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi – Sungu Lembu menjalani hidup membawa dendam. Raden Mandasia menjalani hari-hari memikirkan penyelamatan Kerajaan Gilingwesi. Keduanya bertemu di rumah dadu Nyai Manggis di Kelapa. Sungu Lembu mengerti bahwa Raden Mandasia yang memiliki kegemaran ganjil mencuri daging sapi adalah pembuka jalan bagi rencananya. Maka, ia pun menyanggupi ketika raden Mandasia mengajaknya menempuh perjalanan menuju Kerajaan Gerbang Agung.

Berdua, mereka tergulung dalam pengalaman-pengalaman mendebarkan: bertarung melawan lanun di lautan, ikut menyelamatkan pembawa wahyu, bertemu dengan juru masak menyebalkan dan hartawan dengan selera makan yang menakjubkan, singgah di desa penghasil kain celup yang melarang penyebutan warna, berlomba melawan maut di gurun, mengenakan kulit sida-sida, mencari cara menemui Putri Tabassum Sang Permata Gerbang Agung yang konon tak pernah berkaca-cermin-cermin di istananya bakal langsung pecah berkeping-keping karena tak sanggup menahan kecantikannya, dan akhirnya terlibat perang besar yang menghadirkan hujan mayat belasan ribu dari langit.

Meminjam berbagai khazanah cerita dari masa-masa berlainan, Yusi Avianto Pareanom menyuguhkan dongeng kontemporer yang memantik tawa, tangis, dan makian-makian Anda dalam waktu berdekatan–mungkin bersamaan.

Bagi Yusi Petualangan Raden Mandasia dan kawan-kawannya adalah pelintiran sesuka hati dari berbagai cerita rakyat Nusantara. Saya menyebutnya demikian karena dongeng (ya, semestanya dongeng) ini sangat anakronis sehingga cerita dari tlatah dan zaman lain masuk. Saya tak mau membuka lebih banyak, tak mengejutkan nanti kalau Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi terbit. Yang pasti, di dalam sendirinya ia, sebagaimana fiksi yang lain, harus logis, seajaib apa pun premisnya.

Kalau ingatan tak berkhianat, saya malah belum menyentuh atau menggarap cerita-cerita yang bahan dasarnya sudah “elok”. Saya contohkan tiga, ya. Di Depok, tepatnya di luar pintu 35 perumahan Pesona Khayangan, ada tukang ojek bertangan satu. Nama panggilannya Jore, ia kehilangan tangan karena kecelakaan. Tak banyak yang mau menggunakan jasanya, apalagi ibu-ibu. Saya termasuk yang bersedia. Nah, karena Jore jarang dapat penumpang, setiap kali saya muncul para tukang ojek di sana menyorongkan laki-laki asal Ambon ini. Di satu sisi, memberi kesempatan Jore mencari nafkah patut dilakukan. Di sisi lain, sebetulnya kecemasan tak pernah benar-benar menghilang dan saya sadar sepenuhnya jika terjadi kecelakaan—semoga tak pernah demikian—saya hanya boleh menyalahkan diri sendiri.

Berat0.6 kg
Dimensi14 x 21 cm
Jenis Sampul

Jumlah Halaman

450

Penerbit

Tahun Terbit

Desain Sampul

ISBN

978-979-1079-52-5

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama mengulas “Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi”

Anda mungkin juga suka…

Memperbarui…
  • Tidak ada produk dalam keranjang.