Berbelanja dengan Gembira

Stasiun : Cerita Lelaki Tua dari Putu Wijaya

Oleh: ,

Rp 60.000 Rp 54.000

Cerita ini dimulai dari monolog batin seorang tokoh yang mengucap “Ini puisi” saat melihat ke luar jendela melihat pohon, daun, awan, dan merasakan angin gerak angin dalam kesendiriannya; lalu diakhiri dengan gumam seorang tua “Ini puisi” setelah melihat adegan seorang gelandangan di tepian rel kereta mencekik seekor kucing hingga mati lalu melemparkan bangkai kucing itu ke dalam api yang menyala-nyala hanya karena hidungnya mencium aroma masakan yang digoreng dari kampung yang berada di sebelah tepian rel kereta.

Stok 3

Stasiun / Putu Wijaya

 

Lelaki tua yang kumal, bau, dan tulalit itu melakukan perjalanan pulang dengan kereta api. pulang! Alangkah indahnya kata itu! Segala kerinduan akan masa lalu, akan dapat terpenuhi. Masa-masa kecil yang bahagia seakan dapat diraih kembali dalam pelukan.

Dapatkah lelaki tua itu sampai ke rumahnya? Tidak! Ia sudah mencoba ratusan kali, tetapi tidak pernah berhasil. Ia bahkan melihat mayatnya sendiri di rumahnya, dan para tetangga meyakinkan bahwa itu memang mayatnya. Kembali ke stasiun ia akhirnya terpaksa ‘mengangkat kopor dan berjalan tanpa kata’,

Perjalanan ulang aliknya yang sia-sia itu ia komentari sendiri sebagai sebuah puisi. Sebuah puisi yang berkisah tentang perjalanan kembali ke akar yang selalu gagal, pencarian diri yang selalu luput. Tetapi ia terus mencoba dan mencobanya, sampai akhir hayatnya. Lingkar alur pencarian diri akan terus berputar sampai maut menjemputnya.

Putu Wijaya telah menulis sekitar 30 novel, 40 drama, sekitar seratus cerita pendek, dan ribuan esai, artikel gratis, dan kritik drama. Dia juga memproduksi skrip film dan opera sabun. Dia memimpin teater Teater Mandiri sejak 1971, dan telah menerima banyak harga untuk karya sastra dan skrip sabun-opera.

Dia cerita pendek sering muncul di kolom surat kabar harian Kompas dan Sinar Harapan. Novel-novelnya sering diterbitkan di majalah Kartini, Femina dan Horison. Sebagai penulis naskah, ia telah dua kali memenangkan hadiah Citra di Festival Film Indonesia, untuk film Perawan Desa (1980) dan Kembang Kertas (1985)

 

 

Berat0.20 kg
Dimensi14 x 20 cm
ISBN

978-602-6651-18-1

Jenis Sampul

Penerbit

Jumlah Halaman

184

Tahun Terbit

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama mengulas “Stasiun : Cerita Lelaki Tua dari Putu Wijaya”

Kategori: , , Oleh: ,
Memperbarui…
  • Tidak ada produk dalam keranjang.