Berbelanja dengan Gembira

Steppenwolf : Dakwaan Kemunafikan Itelektual

Oleh: ,

Rp 65.000 Rp 58.000

Steppenwolf adalah potret diri seorang pria yang merasa dirinya setengah manusia dan setengah serigala. Kisah a la Faust dan magis ini adalah bukti dari filosofi pencarian Hesse dan rasa kemanusiaan yang luar biasa saat ia menceritakan tentang kemanusiaan dari seorang misanthrope setengah baya. Namun novelnya juga dapat dilihat sebagai permohonan pemeriksaan diri yang ketat dan dakwaan kemunafikan intelektual pada masa itu. Seperti yang ditulis oleh Hesse sendiri, “Dari semua buku saya, Steppenwolf adalah salah satu yang lebih sering dan lebih disalahpahami daripada yang lain”

Stok 3

Steppenwolf / Herman Hesse

 

Buku ini berisi catatan-catatan yang ditinggalkan oleh sesorang laki-laki kepada kami. Seturut sebutan yang sering digunakannya untuk dirinya sendiri, kami Panggil Steppenwolf. Boleh saja dipertanyakan apakah naskah ini betul-betul memerlukan kata pengantar atau tidak. Namun, aku merasa perlu menambahkan beberapa halaman ke dalam catatan-catatan Stepenwolf yang coba kutulis berdasarkan ingatanku atas dirinya. Hanya sedikit yang kutau tentang dirinya. Sungguh aku sama sekali tidak tahu tentang kehidupan masa lalu da nasal-usulnya. Namun, kesan yang ditimbulkan oleh kepribadiannya tetap saja ada, terutama kepribadiannya yang dalam dan simpatik.

Beberapa tahun silam Stepenwolf, yang usianya menjelang lima puluh, menemui bibiku untuk menyewa ruangan yang dilengkapi perabotan. Dia menempati loteng di lantai atas kamar di sebelahnya, kembali satu atau dua hari kemudian dengan membawa dua buah koper dan sebuah peti besar penuh buku dan tinggal selama Sembilan atau sepuluh bulan bersama kami. Pembawaanya sanagat tenang dan kecuali fakta bahwa kamar kami bersebelahanĀ  sehingga kerap berpapasan di tangga dan di gang kami tetap saja tidak saling kenal.

Dia bukan orang yang senang bergaul. Tentu saja dia tidak berjiwa sosial dalam tingkatan yang belum pernah kujumpai para diri orang lain. Dia bahkan, pada kenyataannya, sebagaimana dia menjuluki dirinya sendiri adalah sosok serigala padang rumput yang nyata, yang aneh liar, pemalu, sanagat pemalu yang berasal dari dunia lain yang berbeda dari duniaku. Seberapa dalam kesepian yang menyusup ke dalam kehidupannya memengaruhi watak dan nasipnya danĀ  seberapa sadar dia menerima kesepian itu sebagai takdirnya, tidak akau ketahui pasti sampai aku membaca catatan-catatan yang ditinggalkannya namun, sebelumnya, dari perbincangan dan perjumpaan kami yang terjadi sesekali, aku berangsur-angsur mulai mengenalnya, dan kutemukan bahwa potret dalam catatannya merupakan kesepakatan substansial bersama teman dan sesuatu yang kurang sempurna dari perkenalan yang kami miliki.

Berat0.3 kg
Dimensi13 x 19 cm
Desain Sampul

Jenis Sampul

Jumlah Halaman

320

Penerbit

,

Tahun Terbit

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama mengulas “Steppenwolf : Dakwaan Kemunafikan Itelektual”

Memperbarui…
  • Tidak ada produk dalam keranjang.